Sabtu, 12 Februari 2022

12 Hak Bayi Baru Lahir dalam Islam


Dalam sebuah keluarga, kelahiran bayi selalu menjadi kebahagiaan yang luar biasa. Seolah-olah mereka memiliki keajaiban di rumah, mendengarkan tangisan bayi. Dalam Islam, kelahiran bayi juga merupakan peristiwa luar biasa, di mana seorang muslim baru lahir ke dunia. Semoga Allah SWT selalu memberkati bayi dan membimbing mereka selama sisa hidup mereka.

Islam memiliki kebiasaan tersendiri dalam menyambut bayi yang baru lahir. Meskipun demikian, tidak ada ketentuan pasti tentang bagaimana orang tua harus menyambut bayi mereka. Tetapi ada hak-hak bayi baru lahir tertentu dalam Islam yang harus dipenuhi.

Artikel terkait:

Nabi kita (saw) mengatakan:

“Ketika seorang manusia lahir, Setan menjepit tubuh dengan dua jarinya, kecuali 'Isa putra Maryam, yang coba dicubit oleh Setan tetapi gagal, karena ia malah menyentuh plasenta”. (Bukhori)

Semua hak dan sunnah bayi yang baru lahir dilakukan untuk melindungi bayi dari niat jahat setan. Ada juga banyak makna di baliknya. Berikut hak-hak bayi baru lahir yang harus dipenuhi:

1. Adzan dari Orang Tuanya

Segera setelah bayi lahir, orang tua atau wali harus melakukan Adzan di telinga kanan dan Iqamah di kiri. Ini memiliki makna untuk memperkenalkan bayi kepada Allah SWT dan tugasnya di dunia. Tradisi tersebut telah dimulai oleh Nabi sendiri.

Sebagaimana diriwayatkan oleh 'Ubaidullah bin Abi Rafi': Bahwa ayahnya berkata: “Aku melihat Rasulullah (saw) mengumandangkan Adzan di telinga Al-Hasan bin 'Ali – ketika ia lahir dari Fatimah – Adzan shalat.” (Tirmidzi)

2. Tradisi Tahneek

Tahneek adalah sunnah dimana orang tua mengunyah sesuatu yang manis seperti madu atau kurma, kemudian dimasukkan ke dalam mulut bayi yang baru lahir agar mudah ditelan.

Dilaporkan bahwa Abu Moosa berkata: “Saya memiliki seorang bayi laki-laki, dan saya membawanya kepada Nabi (saw). Dia menamainya Ibrahim, melakukan Tahneek dengan beberapa kurma dan berdoa agar Allah memberkati dia, lalu dia mengembalikannya kepadaku.” (Bukhari dan Muslim).

3. Diberi Nama Yang Baik dan Bermakna

Memberi nama merupakan salah satu sunnah yang sangat penting untuk dilakukan pada bayi yang baru lahir. Nama mengandung doa dan harapan dari orang tua kepada buah hatinya. Seorang orang tua Muslim harus menamai anaknya sesuai dengan sunnah Islam, dengan nama yang indah dan terhormat.

Ibn Umar (RA) melaporkan bahwa Rasulullah bersabda bahwa “nama-nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdur-Rahman.” (Muslim)

[AdSense-B]

4. Aqiqah di Hari Ketujuh

Di antara hak bayi baru lahir dalam Islam adalah Aqiqah. Aqiqah adalah hewan kurban, yang merupakan bagian dari agama Nabi Ibrahim (RA). Menurut sunnah, bayi laki-laki harganya 2 ekor kambing sedangkan bayi perempuan harganya hanya satu ekor.

Diriwayatkan oleh Abdullah bin al-As bahwa Nabi bersabda, “Barang siapa yang melahirkan seorang anak dan ingin berqurban dengannya, maka hendaklah ia menyembelih dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan”. . (Abu Daud)

5. Kepala Mereka Akan Dicukur

Mencukur kepala bayi yang baru lahir adalah bagian dari Aqiqah. Ini juga merupakan tradisi yang masih berlangsung di sebagian besar negara-negara Islam di seluruh dunia. Jumlah rambut yang dicukur harus setara dengan perak dan emas, untuk kemudian disumbangkan kepada fakir miskin dan yang membutuhkan.

Ali (RA) melaporkan bahwa Rasulullah menyembelih seekor kambing pada hari kelahiran Hasan, putra Fatimah (RA) dan Ali (RA) dan berkata, “Oh Fatimah! Mencukur kepala Hasan dan membayar perak sebesar berat rambut sebagai sedekah”. (Tirmidzi)

[AdSense-C]

6. Lakukan Sunat

Sunat laki-laki dalam Islam adalah kewajiban dengan alasan kebersihan. Sunat menghilangkan beberapa penyakit potensial di masa depan ketika bayi sudah dewasa. Sangat disarankan agar bayi disunat ketika ia baru lahir.

Diriwayatkan oleh Abu Huraiyah (RA), saya mendengar Nabi bersabda “lima amalan yang menjadi ciri fitrah: sunat, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis pendek, memotong kuku dan menipiskan bulu ketiak”. (Bukhori)

7. Mendapatkan ASI dari Ibunya

Disusui dengan air susu ibu mereka adalah salah satu hak bayi yang baru lahir dalam Islam. Tidak ada makanan di dunia ini yang lebih baik dari ASI, dan tidak ada yang lebih bergizi darinya. Menyusui lebih dari sekedar memberikan ASI kepada bayi. Ini juga merupakan waktu untuk menciptakan ikatan dengan anak.

Diriwayatkan bahwa Nabi (saw) berkata, "Untuk seorang anak, tidak ada susu yang lebih baik dari susu ibu."

8. Diadopsi

Beberapa bayi lahir tanpa keberuntungan di dunia. Orang tua mereka bisa meninggal sebelum dan selama persalinan, serta tidak ada wali untuk membesarkan mereka. Keadaan tertentu seperti kesulitan keuangan juga bisa menjadi penyebab adopsiAda beberapa aturan adopsi dalam Islam yang harus diikuti: keluarga biologis tidak boleh disembunyikan dan anak harus tahu bahwa mereka diadopsi tetapi tidak diperlakukan berbeda.

9. Dikunjungi oleh Keluarganya

Setelah bayi lahir, banyak orang akan mengunjungi mereka. Dalam Islam, menjenguk saudara perempuan yang baru saja melahirkan adalah kewajiban untuk menjaga kekerabatan. Adalah umum bagi keluarga dekat dan kerabat untuk berkunjung dalam waktu seminggu setelah bayi lahir, dan tetangga atau teman akan berkunjung beberapa minggu setelah kelahiran. Hal ini untuk melindungi bayi dari penyakit. Seorang ibu baru akan dalam masa pemulihan selama 40 hari setelah melahirkan, dan selama ini, keluarga dan kerabat sering menyediakan makanan untuk keluarga.

Selengkapnya tentang Hak Bayi Baru Lahir dalam Islam

Berikut ini hak-hak bayi yang baru lahir yang harus dipenuhi:

  • Dibersihkan dan dimandikan segera untuk membersihkan darah.
  • Berikan seutas tali berwarna hitam dengan kantong kecil berisi doa, diikatkan di pergelangan tangan atau leher (taweez).
  • Disapih oleh ibunya selama 2 tahun.

Itulah semua hak bayi yang baru lahir dalam Islam. Kelahiran bayi adalah sesuatu yang patut dirayakan. Jangan lupa doakan bayinya agar selalu dirahmati oleh Allah SWT.

Jika Anda ingin mengadakan aqiqah sebaiknya Anda menghubungi layanan aqiqah jakarta yang memiliki kambing-kambing sehat, berpengalaman, dan melayani aqiqah sesuai syariat islam.


0 komentar:

Posting Komentar